(via Brandon Witzel)
“May Allah replace your hardships with blessings.”
—
If I were gone tomorrow
If I were gone tomorrow
Would they wonder how I am
Seperti bertanya-tanya pada diri sendiri, apa saat pergi apa mereka peduli
Biasanya saat tlah pergi semua kan terasa berarti
ingin rehat sejenak
tapi tak ingin hilang dan bilang
jika bilang takut tak berkenan
ingin semua berlalu
tahun ini
semoga berkenan
saya pamit.
Berkali-kali bilang pamit tp nyatanya tetap bertahan disini
sampai kapan?
sampai masa habis bakti
seperti tak punya tujuan, tapi berharap punya tujuan
Ingin rehat
Ingin hilang
tanpa bilang atau pamit
Ruang kelas, 11 Desember 2018

hari ini hujan aku ingin minta banyak-banyak sama engkau
Lapangkanlah hati ini
Ikhlaskan semua yang semu
Terangkanlah yang masih gelap
Entah kemana

Semoga bertemu kembali di tanggal 23 berikutnya
Tuhan, saya takut kalau saya hanya bisa menuntut
Sendu sekali
Hari ini 23
Apa kamu akan menemani saya sampai tanggal 23 selanjutnya?
Entahlah
Dulu, saya paling tidak suka pada perpisahan. Pulang sekolah, pulang bermain, atau pulang dari liburan, bisa membuat saya sendu. Padahal ketika itu saya masih kecil dan masih belum banyak mengetahui apa-apa.
Berpisah jadi momen paling tidak nyaman yang harus saya hadapi. Saya pikir semua orang mengalami hal itu. Akan naif kalau tidak merasakan kesenduan saat berpisah.
Ada pertemuan, tentu ada perpisahan. Sebuah kalimat yang perlu waktu bertahun-tahun bagi saya untuk memahami maknanya. Saya pikir wajar karena toh saya manusia. Manusia tempatnya labil.
Bagi diri saya, berpisah ada dua jenis. Ada yang bisa bertemu kembali, ada yang berpisah selama mungkin.
Berpisah dengan rekan kerja untuk ketemu di esok hari, bukan sesuatu yang menyakitkan. Justru ada waktu bagi saya untuk punya waktu sendiri. Jika ada waktu untuk diri sendiri, akan ada perenungan pada apa yang terjadi di setiap hari. Dan itu persiapan untuk pertemuan di keesokan harinya.
Sementara berpisahan tanpa pernah akan bertemu kembali, akan selalu ada. Momen-momen indah saat bertemu teman baru, lalu merasakan kegembiraan, tidak mungkin bisa didapatkan lagi jika pertemanan itu sirna.
Bukan mustahil kita kehilangan teman. Atau kehilangan-kehilangan lainnya, seperti momen mencintai seseorang.
Apa yang membuat indah adalah kita punya harapan. Harapanlah yang membuat kita hidup dan merasakan hidup. Menyatakan cinta justru kebalikannya. Saat itu momen-momen indah sedang dipertaruhkan.
Ada yang mengalami keberuntungan dan mendapatkan kebahagian lanjutan. Cintanya terbalas, momen-momen indah berlanjut di tahap-tahap berikutnya.
Ada pula yang mencecap pahitnya cinta. Harapannya jadi tinggal harapan. Mau di bawa sampai ke mana harapan itu? Itulah penderitaan.
Ketika manisnya momen mencintai seseorang, lalu momen itu terhapus oleh tidak adanya kelanjutannya, yang terjadi adalah perpisahan. Mau tidak mau mesti dijalani. Lari ke mana pun perpisahan itu akan mengejar kita.
Manusia tidak ada yang sempurna. Tapi ia bisa merasakan bahwa ia bisa bertahan hidup dengan melewati perpisahan dengan kekuatannya sendiri.
Itulah perpisahan yang manis.
I am someone who gets attached too quickly. I consider myself a person with a soft heart. A lover. A passionate fighter. I have trouble dealing with breakups. I have trouble cutting people off my life.
That is why I always analyze situations from every point of view. I do my best to understand the reasons behind people’s actions and their mistakes. That is why I usually give others the benefit of doubt. That is exactly why I keep giving out second chances. Sometimes even third.And that is exactly why sometimes, my kindness costs me a fortune.
In a nutshell, I’m not a person who gives up easily. Especially when it comes to people I cannot possibly imagine my life without. I work hard on my relationships. So, naturally, whenever something gets broken, I fight until I make it work. That is if the person on the other side of the relationship actually gives a damn.
So, know this. If I’ve decided to cut you off, you must have already done something unforgivable. Something so horrible and hurtful that I could never wrap my mind around it.
Otherwise, I would do everything in my power to sort things out. To find a solution. To meet you halfway. To save what we have. For old times’ sake. Believe me, I would be even willing to get out of my way in order to find a reasonable compromise
But, please know this. If I decide to walk away, I promise. You will never see me again.
My heart may be big, and my soul may be forgiving, but I know my worth. I’ve built my boundaries. I respect my limits.
Don’t you dare make this even harder for me by guilt-tripping me and begging me to stay when you know that the only one responsible for this situation is you. You were the one who made me go through this.
I never wanted this. I never wanted to say goodbye. I never wanted to leave. Not like this.
But, you left me with no choice.
You know that I’m willing to do a lot for the ones I love, but let me tell you something. I will never let them take advantage of me. Just because I am the person who gives out second chances, doesn’t mean that you are free to break your promises and wait for my forgiveness.
I am a human being and I deserve to be loved. I deserve to be respected. I deserve to be surrounded by loyal people who actually want to be a part of my life. I cannot let someone walk all over my heart and call that a friendship.
The last thing I want to do is to leave someone I love behind, but if I feel that you don’t appreciate my honest efforts to sort things out with you, I won’t hesitate to leave.
If someone makes me cry, brings me stress, pain, and heartache, I will strike back. I will be extremely selective about who I give my heart to. I will review all of my options. But, I will never let you treat me like a second choice.
I am not the type who gives up easily, but if you hurt me, I won’t hesitate to leave. Once I walk out of your life, please consider me gone.
Tentang apapun yang telah ditetapkan untuk orang lain, tidak akan pernah menjadi milikmu walau semesta membantu. Dan untuk apapun yang telah ditetapkan untukmu, tidak akan pernah terlewat walau seluruh dunia menghambat
When a Muslim baby girl is born: she becomes a reason to enter her father to paradise
When she grows up and marries a man: she completes half of her husband’s deen
When she becomes a mother: the paradise lies under her feet
terima kasih untuk segala suka dan duka, terima kasih untuk semua
Kelak kaupun akan jatuh hati.
Kepada kebaikan Allaah yang tiada henti-hentinya menyelimuti. Dan kelak kaupun akan jatuh hati, kepada Allaah yang berkali-kali menyelamatkan hidupmu.
Kelak kau akan jatuh hati, kepada Allah dengan ucap syukur yang tiada pernah berhenti. Kelak kaupun akan jatuh hati, bagaimana cara Allaah mengatur hidupmu.
Airmatamu akan luruh, senyummu akan merekah, perasaanmu bahagia saat menemukan dirimu telah dijatuhkan pada limpahan rahmat-Nya.
Sekali jatuh, maka kau akan bahagia. Dan kaupun akan berjanji untuk tetap taat pada tempaan ujian bagaimanapun hebatnya. Hatimu akan dibuat ridha, dan tenang. Meski kau harus menunggu pengabulan doamu berpuluh-puluh tahun lamanya. Barangkali kaupun sampai lupa pada doa yang kau langitkan.
Dan tetiba saja perasaanmu luruh dengan sendirinya. kau menyadari salah satu doa yang kau lagitkan dikabulkan-Nya dengan begitu baik dan sangat manis.
kau menangis sesenggukan, bukan karna kau memprotes atas ketetapam-Nya, namun karena perasaanmu haru sebab bahagia. Sebab Ia mengabulkan pintamu dengan cara yang lebih baik dari pintamu. Bahkan dengan sangat baik.
Allah, betapa Maha Baiknya Engkau.
Dan benarlah, bahwasannya Allaah adalah Dzat yang tidak pernah menghianati titipan.
Maka demikian diriku, akan tetap menenun doa dengan seluruh keyakinan bahwasannya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
- Ibn Syams
